Selasa, 30 Juli 2013

DO YOU LOVE WHAT YOU DO?

Menjadi sarjana adalah harapan semua mahasiswa, ada banyak hal yang menanti kita setelah masa itu, petualangan hidup dan tantangan baru. Ada banyak sekali pilihan yang tersedia. Kita semua dihadapkan pada realitas untuk menggapai angan kita. Ada perbincangan di masyarakat yang mengatakan “Sudah ambil kesempatan yang ada, dalam mencari kerja, yang mana yang diterima dulu, ya jalani.” Bahkan banyak yang melakukan dengan terpaksa.
Tapi bagi saya pilihan kita pasca kuliah akan menentukan hidup kita dimasa mendatang. Ada yang melakukan pekerjaan karena iseng, terpaksa, demi uang, demi gengsi, atau mungkin nanti kalau ngerjain “A” apa kata orang (ya terlalu memikirkan kata orang lain, padahal orang-orang seperti ini tidak akan pernah bahagia) dan alasan-alasan lainnya. bagaimanapun menjalani sesuatu hanya demi uang, dan tidak sesuai dengan passion hanya akan membuat waktu kita sia-sia, dan penyesalan dalam hidup, serta kebahagian yang bersembunyi serta ungkapan-ungkapan “I HATE MONDAY” dan keluh kesah. Namun ada juga orang-orang YANG MELAKUKAN APA YANG MEREKA INGINKAN DAN MENCINTAI APA YANG MEREKA LAKUKAN, yang menjadi passionnya.
Jika kalian mencari harta dan ketenaran maka dengar apa kata Jim Carrey :

 Maka lakukan sesuatu yang membawa berkah dan lakukan dengan ikhlas niscaya kita akan bahagia. Semoga kita bijaksana dalam memilih, yang pasti apapun pilihannya, kita harus bertanggungjawab penuh dengan pilihan kita. So do you love what you did? :D
"Tak selamanya kenyataan sesuai dengan rencana. Langkah demi langkah kita kadang menyeret kedalam banyak persimpangan yang membingungkan. Begitu banyak yang harus dipikirkan dan dipertimbangkan. Semua seolah menuntut jawaban. Lubang risiko menganga lebar. Kesalahan satu langkah seperti membuat ribuan langkah yang teleh ditempuh tidak berharga. Rasa takut menggoyahkan hati, tapi hanya sebuah langkah keberanian yang akan terus melaju melewati hari. Langkah yang percaya bahwa ia berjalan dengan suara hatinya." (kutipan dari buku 23 episentrum)




Tuhan Memiliki Jawaban lain Atas Mimpimu

Suatu siang di kelas agama 5 tahun silam masih teringat jelas cerita dan nasihat guru saya waktu itu saat saya masih memakai seragam putih abu-abu. Saat itu guru saya mulai menceritakan kisahnya
“Saya dulu lulusan Gontor dan setelah lulus saya di terima di Al-Azhar, segala persiapan sudah dilakukan, namun tiba-tiba Allah berkehendak lain, Ayah saya meninggal dan saya memiliki adik-adik yang tentunya menjadi tanggungjawab saya sebagai anak pertama karena kepergian ayah saya. Akhirnya karena saya menjadi tulangpunggung keluarga, saya memutuskan untuk tidak berangkat ke Al-azar. Dengan bekal ijazah pondok, hanya universitas XXX yang mengakui ijazah saya, akhirnya saya kuliah disitu dan jadilah saya seorang guru sekarang, Alhamdulillah ternyata sekarang anak saya yang berangkat ke Al-Azar. Tentu saja semua lulusan Gontor menginginkan untuk berkuliah di Alazar, tapi ternyata Allah menjawab dengan cara lain keinginan saya.”
Betapa Tuhan memiliki rencana yang lebih baik bagi setiap hambaNya.  Semua orang punya harapan, semua orang punya mimpi dan keinginan. Tapi tidak semua keinginan harus kita wujudkan,kadang Tuhan mengajarkan hal lain ketika kita tidak mencapai salah satu impian kita, iya KEIKHLASAN dan KETIDAK EGOISAN. Dan ternyata Tuhan menjawab impiannya dengan cara yang lebih indah.


                


Iya itu adalah salah satu mimpi saya yang saya perjuangkan, konferensi, komunitas didunia pendidikan pun dulu saya ikuti demi sebuah lagu perubahan di pelosok negeri ini, untuk menggapai VISI hidup saya, namun kini Tuhan mengajarkan saya keihklasan dan ketidakegoisan, saya tidak bisa berangkat menjadi pengajar muda. Tapi yang pasti apa yang saya jalani sekarang, masih dengan VISI yang sama hanya dengan jalan yang berbeda. Saya selalu percaya “TUHAN MEMILIKI JAWABAN LAIN ATAS IMPIAN KITA, MENGIKHLASKAN SATU IMPIAN UNTUK IMPIAN-IMPIAN LAIN YANG LEBIH INDAH.” INSYAALLAH




Kanvas Kehidupan

Telah lama kulukis mimpi dalam imaji
kugores imaji impianku perlahan dalam kanvas kehidupan
hidup yang sebenarnya, bukan semu atau maya
sering kali kuasku patah tanpa sengaja,
bukan karena ada yang sengaja maematahkkanya
juga bukan karena aku terlalu kuat menggoreskannya
terkadang kuasku patah, karena memang dia harus patah
agar aku menggantinya dengan kuas baru
bukan menghentikan goresan indah di kanvasku,
tapi menggoreskan tinta yang lebih indah


Percakapan Part 4: WANITA LUAR BIASA


Pada suatu dialog sore saya bertemu dengan seorang wanita cerdas, santun dan begitu apik tutur katanya, beliau adalah tante saya. Sebenarnya dari dulu saya heran, kenapa tante saya yang notabene cerdas dan berilmu dengan IPK yang luar biasa memilih menjadi ibu rumah tangga dan berbisnis seadanya dirumah. Padahal zaman sekarang, semua wanita ingin berkarir setinggi-tingginya bahkan mereka tidak segan bersaing dengan para pria, tentu tidak susah bagi tante saya untuk mendapatkannya, menjadi wanita pada umunya. Tapi ternyata beliau BUKAN wanita PADA UMUNYA beliau adalah WANITA LUAR BIASA. 
"Menjadi ibu rumah tangga dengan pilihan dan banyak peluang didepan mata itu berbeda dengan menjadi ibu rumah tangga dengan terpaksa. Kalau dengan pilihan kita bisa lebih terampil, karena kita ikhlas menjalankannya. Dulu tante juga pengennya jadi wanita karir dan ibu rumah tangga yang sukses, ternyata setelah punya anak tentu kita harus tetap memprioritaskan salah satu. Bayangkan bagaimana bisa kita merawat anak-anak dan suami kalau kita bekerja dari jam 7pagi- jam 5 sore atau terkadang bisa sampai malam, belum lagi pulang-pulang kita tentu sudah kelelahan. Untuk apa sukses dengan pribadi tapi anak-anak kita tidak terawat. Bagi tante yang sudah jadi ibu, anak-anak kita itu seperti bagian dari diri kita."
Wanita itu mengangkat bibirnya kekanan dan kekiri secara simetris, sambil sejenak membiarkan saya mencerna kata-katanya
“Wanita berilmu itu WAJIB, untuk diamalkan terutama dilingkungan terdekat keluarga, syukur-syukur bisa diamalkan lebih luas.”
Kemudian saya menimpali dengan pertanyaan “tante ngga pengen berkarir yang lain?”
 “Idealismenya wanita sekarang memang ingin sukses dua-duanya, dikeluarga dan dipencapaian pribadinya tapi tetap ada waktunya sendiri-sendiri, management time and condition yang baik, istilahna MENCIPTAKAN HARMONI dengan TIMING yang TEPAT maka HARMONI akan tercipta, tante sedang merintis karir tante dengan bisnis dirumah biar tetep bisa ngawasin anak-anak,tapi tetap lebih banyak waktu untuk anak-anak, nanti kalau anak-anak sudah mulai dewasa dan mulai sudah biasa dilepas, sudah ditanam akidahnya dengan baik. Insyaallah tante akan punya lebih banyak waktu, untuk mengelola bisnis tante. Kalau dulu masih single mau ngapain aja oke, sekarang kan sudah ada anak-anak. dan tante merasa lebih bahagia sekarang, ya mungkin karena menjalankan kodrat wanita.”

Terbukti tante saya punya 2 putri kecil yang begitu manis dan santun, serta suami sukses yang menyayanginya. How sweet they are